Posts

I witnessed panic attack for the first time

Baru kali ini dalam seumur hidup gua ngeliat orang kena panic attack yang sampe sesak, gemetaran, nangis dan ngerasa kayak mau mati. Itu kejadiannya lagi di kereta dan beneran ngga tau harus ngapain selain bilang “tarik napas”. Sebut saja kedua teman gua ini Rara dan Tania. Sebelum Rara panic attack di dalam kereta, sebenarnya sekitar jam tiga sore Rara sempat kesulitan untuk nafas tapi ngga berapa lama udah baikan dan masih bisa jalan. Pas perjalanan pulang di kereta tiba-tiba Rara panic attack, lalu kita mutusin turun dulu di stasiun terdekat. Tania coba buat nenangin Rara sampai udah mendingan dan Rara juga udah sempat kabarin keluarganya sambil nangis. Setelah merasa agak mendingan, kita lanjutin perjalanan pulang. Ngga berapa lama setelah naik kereta tiba-tiba Rara gemetaran, sesak, dan nangis lagi tapi lebih parah. Kita coba nenangin dia lagi tapi entah kenapa saat itu gua tiba-tiba pengen nangis cuma ngga mungkin dong gua nangis di saat ada orang yang lagi panic attack. Akh...

japanese food is a true love

Image
Source: Jakarta Post Entah kenapa kalo lagi ngomongin atau mikirin soal makanan, otak gue seringkali larinya ke Japanese food. Gue sendiri juga ngga tahu apa yang membuat gue begitu cintanya sama Japanese food, bahkan yang rasanya decent atau kurang enak aja gue masih bisa berusaha untuk nikmati. Ya mungkin ini yang dinamakan dengan cinta, kita ngga perlu capek-capek nyari tahu kenapa kita bisa jatuh cinta sama sesuatu. Kita cuma tahu kita punya semacam koneksi, perasaan suka yang tak bisa dijelaskan kadarnya, dan kita rela melakukan apapun untuk sesuatu yang kita cintai. Eaaaa mantap, kak. Siapa yang pertama kali mengenalkan gue Japanese food? Hokben did this job of course. Bahkan gue sempat meyakini kalo Hokben itu fast food dari Jepang, and it is actually not. But I still love it tho, meskipun menu yang gue makan ya itu-itu aja. Kalo lagi laper banget atau dibayarin ortu, gue pasti bakal pesan paket C (beef teriyaki, shrimp roll + egg chicken roll). Kalo lagi mode hemat y...

semua gara-gara bulutangkis

Image
Well, gua mau cerita soal sesuatu yang tidak disangka-sangka akan terjadi pada gua. Pertama-pertama gua mau ngasih tahu aja nih kalo gua bukan tipe orang yang ngefans sama sesuatu. Tentu gua punya beberapa band/penyanyi atau artis yang gua suka, tapi itu simply karena gua suka sama karya yang mereka buat. Bukan merekanya gitu loh. Jadi gua jarang banget nyari tahu info terupdate atau nyari tahu soal kehidupan pribadi mereka dan sebagainya bahkan untuk dateng ke konser, show atau acara meet and greet gitu juga jarang banget dan ga tertarik. Lalu semenjak gua tumbuh menjadi perempuan dewasa (aseeek), baru tuh gua mulai nyari tahu info soal mereka, nonton performance mereka, bahkan sesimpel ngefollow/subscribe akun media sosial mereka. Tapi Semuanya Berubah Sejak negara api menyerang.... Semuanya berubah sejak Asian Games 2018 yang kebetulan saat itu Indonesia lagi jadi tuan rumahnya. Ya, siapa sih yang ga excited sama acara empat tahun sekali ini, apalagi Indo lagi jadi tuan ...

what it's like to sleep in a pod - bobobox bandung hotel review

Image
I think this will be my very first hotel review on this blog. So I'll try my best to write it as comprehensive as I can. Let's begin! My recent visit to Bandung last November was to attend my friend's graduation, Nadia. Usually when I visit Bandung, I will stay at Nadia's place but since Nadia said her bed is not enough for 2 person, I have to find a place to stay for a night. Then I suddenly remember about Bobobox, a new affordable hotel in Bandung, so it is the perfect time to try the place! At first I planned to stay alone but then I decided to invite Nadia's friend, Intan to accompany me attending Nadia's graduation and stayed together. She said yes not for a minute. Then I booked the hotel from Traveloka and got the rate only for IDR 172.000! I got special discount from IDR 188.000 because I booked a train ticket to Bandung from the app before we booked the hotel. Actually the 188k was a discount rate too, so the original rate is around IDR 200.000. There...

CODE: RED

Pack your bags, 'cause I hear a sound It keeps playing, like a beating drum Pack your bags, 'cause they might knock your door Hold a weapon, in case they tryna knock you out Pack your bags, 'cause you need to do so Make sure its fully packed, and protect it with your life Pack your bags, 'cause you have to run away Point a mirror to your back, 'cause they might follow you Pack your bags, 'cause only you who can save yourself The world is beyond cruel

10 film animasi kesukaanku

Image
Terkadang film animasi bisa jauh lebih menyentuh dan menghibur untuk ditonton dibanding film live action . Makanya, gue suka banget nontonin film animasi. Bodo amat deh kalo gue kelihatan kekanak-kanakan. Mau tau apa aja film animasi yang gue suka? Berikut listnya: 10. Zootopia Ini salah satu film yang menurut gue ramah banget buat ditonton semua umur. Filmnya menghibur banget buat ditonton, binatangnya gemes dan lucu-lucu banget! Pesan moralnya pun juga simpel tapi ngena banget. Kalo inget film ini pasti langsung inget soundtrack- nya, " I won't give up no I won't give in 'til I reach the end and I start again ". 9. How to Train Your Dragon 2 Film pertamanya gue suka sih, tapi setelah nonton yang kedua jadi lebih suka! Suka aja dengan kehangatan yang terbangun ketika bertemu dengan keluarga yang dulu sempat terpisah, ya meskipun di akhir film perpisahan tetap terjadi, yha spoiler. Btw, Toothless di film ini semakin menggemaskan hihi sump...

digoda senja

Hari ini, langit senja kembali menampakkan keindahannya Ia menarikku keluar dari ruang penuh kayu yang dingin Ia menggodaku dengan warna jingganya yang hangat Lalu, ia memelukku dengan mesra Bagaimana caranya menemukan dia yang hangat seperti warna langit senja? Bagaimana caranya menemukan seseorang yang akan ada di sampingku, memegang tanganku dan berbagi kehangatan? Namun, tidak apa-apa Hari ini, semesta menggantikan orang yang ku cari Tentu tak cuma sekali Bisa kemarin, hari ini, atau besok Jika ia menggodamu, nikmat mana lagi yang kau dustakan?